Kesalahpahaman lainnya mengenai lampu hazard adalah pengemudi menyalakannya untuk
memberi tanda bahwa mereka akan berjalan lurus di persimpangan jalan. Tindakan ini juga salah
kaprah, dan bisa membahayakan.
Pengemudi lain mungkin akan merasa kebingungan dengan maksud mereka dan bisa menyebabkan kecelakaan. Jika ingin berjalan lurus, cukup pertahankan laju kendaraan tanpa perlu menyalakan lampu hazard.
Digunakan saat berada di lorong gelap
Beberapa pengemudi juga sering menyalakan lampu hazard ketika berada di lorong gelap atau jalan yang minim penerangan. Mereka beranggapan bahwa dengan menyalakan lampu hazard, mereka akan lebih mudah terlihat oleh pengemudi lain.
Namun, tindakan ini sebenarnya tidak diperlukan dan malah bisa menimbulkan kebingungan. Sebaiknya, cukup menyalakan lampu utama mobil untuk memberikan penerangan yang memadai tanpa menyebabkan salah paham.
Dimanfaatkan ketika melewati wilayah berkabut
Ketika melewati wilayah berkabut, ada juga pengemudi yang menyalakan lampu hazard dengan maksud agar lebih terlihat. Namun, penggunaan lampu hazard dalam kondisi ini sebenarnya tidak tepat.
Lampu hazard yang berkedip-kedip bisa mengganggu konsentrasi pengemudi lain dan menimbulkan salah tafsir. Sebaiknya, gunakan lampu kabut atau lampu utama kendaraan untuk membantu visibilitas tanpa menyalakan lampu hazard.
Fungsi Lampu Hazard
Sebagai penanda saat situasi gawat, bukan berarti lampu hazard bisa digunakan seenaknya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini fungsi lampu hazard saat Anda berkendara:
