General Motors mengonfirmasi Chevrolet berhenti menjual mobil baru di China setelah 21 tahun. Merek ini akan tetap produksi di China, namun fokus ke pasar ekspor.
General Motors (GM) mengonfirmasi bahwa merek Chevrolet akan menghentikan penjualan mobil baru di pasar China.
Langkah ini menandai berakhirnya operasi ritel Chevrolet di negara tersebut setelah hampir 21 tahun.
>>> Chery Luncurkan Arrizo 8 Pro 2027 dengan Sistem Falcon 500
Meski demikian, GM menegaskan bahwa produksi Chevrolet di China akan tetap berlanjut. Fokus strategis merek ini akan dialihkan ke ekspor kendaraan ke pasar internasional di luar Amerika Serikat.
Produksi Tetap Berlanjut, Fokus ke Ekspor
Dalam pernyataan kepada National Business Daily pada 10 Agustus, GM China mengonfirmasi bahwa perusahaan patungannya akan mempertahankan produksi produk Chevrolet di China.
Perusahaan menyatakan bahwa lini produk Chevrolet saat ini paling cocok untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.
Menurut data China Passenger Car Association (CPCA), ekspor Chevrolet dari China mencapai 6.930 unit pada paruh pertama tahun ini.
Angka ini meningkat 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
>>> Ferrari 458 Speciale Kini Jadi Koleksi Bernilai Jutaan Dolar
Keputusan ini sejalan dengan komitmen jangka panjang antara GM dan SAIC Motor.
Kedua perusahaan baru-baru ini menandatangani perjanjian perpanjangan strategis, memperpanjang usaha patungan SAIC-GM selama 20 tahun lagi, hingga 2047.
Ini merupakan salah satu jangka waktu perpanjangan terpanjang di antara perusahaan patungan besar di kawasan tersebut.
Selain itu, kedua mitra mengumumkan rencana untuk meluncurkan setidaknya 30 model kendaraan energi baru (NEV) pada 2030, dengan fokus utama pada elektrifikasi merek Cadillac dan Buick.
