Produk lainnya yang kemungkinan akan diperlihatkan, tapi belum tentu dijual, adalah Xpander dan Xpander Cross HEV. Keduanya sudah meluncur di Thailand.
Sejujurnya, model ini yang banyak dinanti di Tanah Air. Selain itu, mengingat MPV dan SUV ini mengusung teknologi elektrifikasi, sudah pasti sejalan dengan tawaran teknologi Mitsubishi pada produk yang lebih ramah lingkungan.
Meski sudah berulang kali pihak Mitsubishi mengungkapkannya, kehadiran produk hybrid tersebut belum memiliki waktu untuk diungkap atau diluncurkandi Indonesia, alasan karena pasar kendaraan hibrida yang tidak semenarik di Thailand jadi alasan. Negara tetangga itu memang dikenal dengan keseriusannya menggarap pasar hybrid yang membuat produsen berlomba-lomba menghadirkan beragam model kendaraan efisien bahan bakar.
Secara bentuk, kedua model tidak berbeda dengan versi mesin konvensional. Namun dari sisi teknologi berbeda. Highlight kehadiran Xpander ini jelas pada tawaran teknologi hibridanya. Mitsubishi memperkenalkan teknologi e:Motion yang pertama hadir pada Xpander. Terdapat tujuh mode berkendara yang bisa dipilih pengemudi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi jalan yakni mode Normal, Charge, EV, Wet, Gravel, Tarmac dan Mud.
Teknologi e:Motion sendiri merupakan hybrid pintar yang mampu menyesuaikan dengan gaya berkendara pengemudi. Komputer akan mengubah cara kerja penggerak ke full EV, hybrid series, hybrid pararel sesuai dengan kondisi jalan yang dilalui. Mitsubishi juga menyertakan pengereman regeneratif yang akan mengisi daya ke baterai berjenis lithium-ion Xpander HEV.
