Xiaomi mencatat kerugian operasional Rp 90 juta per mobil pada Q1 2026. Margin kotor turun jadi 20,1% karena subsidi pajak dan biaya komponen.
Versi standar YU7 dibanderol mulai 233.500 yuan (34.300 dolar AS).
>>> Buick Electra L7 EV Resmi Meluncur di China, Tidak Dijual di Amerika
Untuk mendukung pertumbuhan, Xiaomi memperluas jangkauan ritel menjadi 490 toko di 143 kota di China daratan per 31 Maret.
Tantangan Profitabilitas
Meskipun pendapatan tumbuh, segmen otomotif menghadapi tantangan profitabilitas.
Margin kotor segmen EV pintar dan inovasi AI berada di 20,1%, turun dari 23,2% pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini disebabkan oleh subsidi pajak pembelian kendaraan, proporsi pengiriman SU7 Ultra margin tinggi yang lebih rendah, dan kenaikan biaya komponen inti.
Akibatnya, segmen melaporkan kerugian operasional 3,1 miliar yuan (457 juta dolar AS).
>>> Buick Luncurkan Versi EV Fast-Charging dari Sedan Andalan Electra L7
Pada bulan April, Xiaomi menjual 36.702 mobil. Angka ini naik 28,4% year-on-year dan 71,2% month-on-month.
