Presiden Mitsubishi Motors yang baru, Keisuke Kishiura, menyebut Lancer Evolution sebagai 'harta karun' perusahaan dan berjanji memimpin upaya menghadirkan kembali model ikonik tersebut di masa depan.
Bagi nama Lancer Evolution yang berhenti produksi setelah edisi terakhir pada 2015, ini adalah sinyal eksekutif paling substansial dalam lebih dari satu dekade.
Warisan Lancer Evolution yang Abadi
Absennya Lancer Evolution dari showroom tidak mengurangi reputasinya. Nama ini meraih status kultus melalui dominasi WRC pada 1990-an dan awal 2000-an.
>>> CATL Baterai Solid State Mandek di Level Empat dari Sembilan Tingkat
Tommi Mäkinen dan Petter Solberg membawa Mitsubishi melewati etap yang menghancurkan mobil-mobil lain.
Mobil jalanan yang mengikuti mesin reli tersebut, terutama Evolution IX dengan mesin turbo 4G63T, menjadi tolok ukur sedan performa all-wheel-drive.
Warisan itu tercermin pada nilai pasar saat ini.
Sebuah Evo Final Edition 2015 yang bersih baru-baru ini terjual di Bring a Trailer, dan Car & Driver mencatatnya sebagai akhir dari era segmen sport kompak.
Minat kolektor tidak mereda. Justru, jarak sejak produksi berakhir semakin mengasah selera.
Jalan Realistis: SUV Dulu, Halo Kemudian
Antusiasme Kishiura nyata, tetapi jalan menuju Evo baru harus melewati pasar mainstream terlebih dahulu.
Mitsubishi saat ini berupaya menggandakan lini produknya di AS, dengan Montero yang dihidupkan kembali—telah dipratinjau ke dealer pada Juni 2026—sebagai salah satu tambahan yang paling dinantikan.
Portofolio SUV yang sukses menghasilkan margin dan kepercayaan pemegang saham yang membuat proyek halo layak.
