Penjualan Dodge Charger bensin melonjak 404% pada Q2 2026, sementara versi listrik Daytona EV justru anjlok 88%. Hellcat V8 dikonfirmasi kembali.
Penjualan Dodge Charger bermesin bensin mengalami lonjakan dramatis pada paruh pertama 2026. Sementara itu, versi listrik Daytona EV justru merosot tajam.
Data penjualan menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih mesin konvensional ketimbang tenaga listrik di segmen mobil performa.
>>> Kove 800X Rally: Petualang Bertenaga Dakar yang Sulit Ditandingi
Lonjakan Penjualan Charger Bensin
Pada kuartal kedua 2026, penjualan Charger bensin melonjak 404 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tepatnya, dari 578 unit menjadi 2.911 unit.
Secara year-to-date, Dodge telah menjual 4.583 unit Charger bensin. Angka ini naik 181 persen dibandingkan 1.630 unit pada paruh pertama 2025.
Peningkatan ini terjadi meskipun Charger bensin saat ini hanya menggunakan mesin six-cylinder twin-turbo Hurricane. Mesin V8 Hemi yang legendaris belum tersedia.
>>> Chevrolet Malibu Masih Laku 206 Unit di AS Meski Sudah Disetop
Dodge telah mengonfirmasi bahwa mesin V8 supercharged Hellcat akan kembali ke jajaran Charger. Kemungkinan sebagai model flagship dengan sayap besar ala Superbird.
Penurunan Drastis Charger Daytona EV
Sementara itu, Charger Daytona EV mengalami penurunan penjualan yang signifikan.
Pada semester pertama 2026, hanya 534 unit terjual, turun 88 persen dari 4.299 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada kuartal kedua, penjualan EV juga anjlok 88 persen menjadi 294 unit, dibandingkan 2.352 unit pada Q2 2025.
