Kamera AI pembaca plat nomor makin ditolak di AS. Warga, pejabat, dan dewan kota menentang sistem yang dianggap sebagai pengawasan massal. Flock Safety, pemimpin pasar, mencatat 20 miliar pembacaan per bulan.
Kamera bertenaga AI yang membaca plat nomor kendaraan menghadapi perlawanan yang semakin besar di kota-kota di Amerika Serikat.
Kritikus menilai sistem ini memungkinkan pengawasan massal terhadap pengemudi biasa. Sementara itu, pendukungnya berargumen teknologi tersebut membantu menyelesaikan kejahatan dan memulihkan kendaraan.
>>> Honda Shadow Phantom: Cruiser Tangguh yang Bertahan Lebih Lama
Pertarungan mengenai alat pembaca plat nomor otomatis tidak lagi terbatas pada kelompok advokasi privasi dan kebebasan sipil.
Di seluruh Amerika, warga, pejabat terpilih, dan bahkan seluruh dewan kota semakin menentang jaringan kamera AI yang merekam kendaraan yang lewat dan menyimpan data perjalanan mereka.
Apa yang dimulai sebagai alat penegakan hukum kini menjadi salah satu teknologi paling kontroversial di jalanan Amerika.
Kota yang Mendidih
Perdebatan baru-baru ini memanas di Troy, New York.
Rapat dewan kota berlangsung hingga larut malam saat warga mengecam pemimpin lokal yang terus menggunakan kamera dari Flock Safety.
Menurut laporan The Wall Street Journal, para penentang menyebut sistem itu sebagai "lanskap neraka distopia".
Mereka berargumen bahwa pengumpulan data setiap kendaraan yang lewat menciptakan infrastruktur pengawasan yang bisa disalahgunakan. Faktanya, penyalahgunaan sudah terjadi di berbagai tempat di AS.
>>> Audi SQ7 2027: SUV 7 Kursi yang Lebih Cepat dari Banyak Mobil Sport
"Sebagai warga Troy, saya ngeri walikota dan administrasi kami bisa mengabaikan hak sebagian besar orang yang membayar gaji mereka," kata seorang pembicara dalam rapat tersebut.
