Startup truk listrik Windrose Technology dilaporkan mengalami masalah keuangan, termasuk gaji karyawan yang tertunggak dan satu unit truk yang hilang. Perusahaan yang didanai Rp400 miliar ini juga menghadapi tuntutan hukum.
Windrose Technology, startup truk listrik yang menjadi pesaing Tesla Semi, tengah menjadi sorotan setelah muncul laporan tentang gaji karyawan yang tidak dibayar dan satu unit truk yang hilang.
Perusahaan yang berbasis di Belgia dan dimiliki oleh investor China ini mengklaim telah mengumpulkan dana sekitar US$400 juta dan berambisi menjadi pemain utama di segmen truk listrik.
>>> 10 Mobil Mewah Kecil di Bawah $45.000 yang Terasa Seperti Cuan
Namun, menurut laporan Wall Street Journal, pendiri sekaligus CEO Windrose, Wen Han, disebut kehilangan jejak salah satu truk perusahaannya awal tahun ini.
Gaji Tertunggak dan Tuntutan Hukum
Dua mantan karyawan yang dipecat pada Januari lalu, Travis Waite dan Harold Keller, menolak membantu Han menemukan truk tersebut hingga mereka menerima US$91.000 dalam bentuk gaji dan tunjangan yang belum dibayar.
Mereka mengklaim hingga Juli lalu, gaji mereka masih belum dibayar dan truk tersebut belum ditemukan. Han membantah jumlah yang ditagih kedua mantan karyawannya itu.
Han mengakui bahwa ia "terlalu cepat dan agresif dalam merekrut" demi ekspansi perusahaan.
Ia juga mengakui adanya masalah penggajian, namun menegaskan bahwa Windrose memiliki dana yang cukup untuk mendukung ambisi ekspansi globalnya.
>>> Yamaha XSR900 GP Edisi Legenda Amerika Tak Bisa Dibeli di AS
Windrose berencana melantai di bursa melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) pada akhir tahun ini.
