Bugatti Bolide ludes terjual 40 unit, tapi apakah itu satu-satunya ukuran sukses? Simak analisis performa, rival, dan perannya sebagai perpisahan mesin W16.
Dibangun untuk Mengejutkan
Bolide bukan sekadar Chiron yang didesain ulang untuk sirkuit. Setiap bagian mobil dikembangkan dengan satu tujuan: mengekstrak performa maksimal dari W16 quad-turbo legendaris.
Lekuk tubuh rendah, splitter depan besar, sayap belakang menjulang, dan bodi aerodinamis agresif membuatnya tampak seperti prototipe Le Mans.
>>> Startup Truk Listrik Windrose Diterpa Isu Gaji Tertunggak dan Truk Hilang
Meski berorientasi sirkuit, Bolide tetap membawa fitur, hasil akhir, dan keahlian yang menjadi ciri khas Bugatti.
CEO Bugatti Mate Rimac menjelaskan, tantangan sesungguhnya adalah memadukan performa mobil balap dengan perhatian terhadap detail khas Bugatti.
Di jantungnya terdapat mesin 8.0 liter quad-turbo W16 yang menghasilkan 1.578 tenaga kuda dan torsi 1.180 lb-ft.
Disalurkan ke keempat roda melalui transmisi kopling ganda tujuh percepatan, Bolide dapat melesat dari 0-60 mph dalam 2,2 detik dan mencapai kecepatan tertinggi 236 mph.
Kombinasi konstruksi ringan dan aerodinamika canggih menjadikannya Bugatti paling terfokus yang pernah dibuat. Top Gear memuji W16 sebagai "raja mesin", dengan akselerasi tanpa henti dan suara seperti orkestra.
Untuk mengendalikan kecepatan raksasa, Bugatti dan Brembo berkolaborasi pada rem karbon-karbon 390 mm menggunakan teknologi Formula 1.
Bolide juga menempati ceruk yang jarang diisi hypercar modern. Saingan seperti McLaren Senna, Aston Martin Valkyrie, dan Mercedes-AMG One mengejar performa sirkuit dengan filosofi berbeda.
