Bugatti Bolide ludes terjual 40 unit, tapi apakah itu satu-satunya ukuran sukses? Simak analisis performa, rival, dan perannya sebagai perpisahan mesin W16.
Valkyrie mengandalkan aerodinamika ala F1, AMG One meminjam teknologi hybrid dari Grand Prix, sementara Senna mengutamakan kelincahan ringan.
Sebaliknya, Bolide tetap khas Bugatti: stabil, dapat diprediksi, dan memberi kepercayaan diri.
Perbandingan dengan Rival
- Bugatti Bolide: Mesin 8.0L W16, 1.578 hp, 0-60 mph 2,2 dtk, top speed 236 mph, downforce 6.000 lbs, harga $4,7 juta, 40 unit, tidak legal jalan raya.
- Aston Martin Valkyrie: Mesin 6.5L V12 hybrid, 1.139 hp, 0-60 mph 2,5 dtk, top speed 220 mph, downforce ~2.425 lbs, harga $3,2 juta, 150 unit, legal jalan raya.
- McLaren Senna: Mesin 4.0L V8 twin-turbo, 789 hp, 0-60 mph 2,7 dtk, top speed 208 mph, downforce ~1.764 lbs, harga $1 juta, 275 unit, legal jalan raya.
- Mercedes-AMG One: Mesin 1.6L V6 turbo hybrid, 1.049 hp, 0-60 mph 2,9 dtk, top speed 219 mph, downforce ~3.748 lbs, harga $2,7 juta, 500 unit, legal jalan raya.
Perpisahan Terakhir untuk W16
Jauh sebelum Bolide beroda, W16 quad-turbo Bugatti telah mengamankan tempatnya sebagai salah satu mesin paling terkenal.
Diperkenalkan dengan Veyron pada 2005, mesin 8.0 liter ini mendefinisikan ulang segmen hypercar dengan memadukan kehalusan luar biasa dan performa tak tertandingi.
Mesin ini kemudian menjadi andalan setiap Bugatti andalan, dari Veyron Super Sport hingga Chiron Super Sport 300+.
Saat Bolide muncul, dunia otomotif berada di persimpangan. Regulasi emosi semakin ketat, elektrifikasi melanda jajaran hypercar, dan Bugatti telah menandai era baru dengan kemitraan Rimac.
