Mobil listrik Zeekr 9X menabrak tiang telepon dalam mode self-driving. Pemilik mengeluh sistem LiDAR gagal mendeteksi objek. Pihak Zeekr menyebut profil bundar tiang menyebarkan sinar laser.
Media pemerintah China menayangkan keluhan pemilik Zeekr 9X yang mengalami kecelakaan saat menggunakan mode bantuan mengemudi. SUV listrik besar itu menabrak tiang telepon di pinggir jalan.
Program "The First Help Team" dari Fujian Media Group menyiarkan insiden tersebut.
>>> KTM 390 Adventure R: Motor Petualang Ringan untuk Harian
Pemilik mengaku membeli mobil seharga 539.000 yuan (sekitar Rp1,2 miliar) dan baru beberapa waktu digunakan.
Klaim Pemilik dan Respons Zeekr
Pemilik mengatakan mobilnya melaju ke pinggir jalan dalam mode bantuan mengemudi lalu menabrak tiang telepon. Tidak ada korban luka, tetapi bagian depan mobil mengalami kerusakan parah.
Ia memilih Zeekr 9X karena fitur bantuan mengemudi yang diiklankan Zeekr, termasuk deteksi rintangan 360 derajat dari lima unit LiDAR.
Zeekr mengklaim LiDAR dapat mendeteksi objek lebih besar dari 0,75 meter dalam jarak 300 meter.
Meski menerima tanggung jawab, pemilik tetap mengajukan keluhan dan menilai iklan Zeekr menyesatkan.
>>> Chery Patenkan Lapisan Sulfida untuk Atasi Degradasi Baterai Solid State
Saat dikonfirmasi media, staf purnajual Zeekr menyatakan bahwa profil bundar tiang telepon dapat menyebarkan sinar laser LiDAR sehingga mengganggu deteksi objek.
Program kemudian mempertanyakan klaim Zeekr tentang deteksi objek 0,75 meter dalam 300 meter.
Staf Zeekr tidak menjawab, dan program ditutup setelah pemilik mengajukan pengaduan bersama melalui hotline dukungan Zeekr.
