Lexus GS F hadir dengan mesin V8 naturally aspirated 5.0 liter, penggerak roda belakang, dan karakter berkendara analog yang kini semakin langka di era turbo dan elektrifikasi.
Sasis yang Menyeimbangkan Kenyamanan dan Agresivitas
GS F dilengkapi Adaptive Variable Suspension yang memungkinkan penyesuaian redaman secara real-time. Mobil ini tetap nyaman untuk penggunaan sehari-hari, namun bisa menjadi kaku saat pengemudi mulai memacu.
Diferensial belakang torque-vectoring menjadi kunci lainnya.
Sistem ini mendistribusikan tenaga secara aktif antara roda belakang, membantu GS F berputar di tikungan dengan presisi tanpa mengorbankan stabilitas saat melaju santai.
>>> Volkswagen Peringatkan 140.000 Pekerjaan Terancam
Banyak sedan performa modern cenderung ekstrem: terlalu fokus pada kenyamanan atau terlalu agresif. GS F berhasil menggabungkan keduanya, menjadikannya mobil yang tetap mengesankan bahkan bertahun-tahun setelah produksi berakhir.
Calon Klasik Masa Depan yang Masih Terjangkau
GS F tidak pernah laris di pasaran dan dihentikan setelah tahun model 2020 tanpa penerus langsung.
Kelangkaan ini, ditambah dengan karakter mesin V8 naturally aspirated, memposisikannya sebagai calon klasik masa depan.
Nilai jualnya di pasar bekas masih terjangkau, jauh lebih murah dibandingkan mobil performa naturally aspirated sejenis dari merek lain.
Ditambah reputasi keandalan Lexus, GS F menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan sedan V8 high-revving dengan kedalaman rekayasa.
>>> Zero FXE: Motor Listrik Amerika yang Paling Diremehkan
Seiring industri terus beralih ke turbo dan elektrifikasi, karakter naturally aspirated GS F kemungkinan akan semakin dihargai dan langka.
