Stellantis menjual merek car-sharing Free2move ke perusahaan ekuitas swasta Jerman Mutares. Langkah ini sejalan dengan rencana fokus pada bisnis inti otomotif.
Stellantis resmi menjual Free2move, layanan car-sharing yang diakuisisi melalui PSA, kepada perusahaan ekuitas swasta asal Jerman, Mutares SE & Co. KGaA.
Transaksi ini ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
>>> Bugatti Mistral Langka Dilelang, Harga Bisa Tembus Rp144 Miliar
Keputusan ini merupakan bagian dari rencana strategis FaSTLAne 2030 yang menekankan fokus pada wilayah, merek, dan teknologi yang mampu memberikan imbal hasil terkuat.
Free2move beroperasi di sejumlah kota di Eropa dan Amerika Serikat, seperti Amsterdam, Roma, Madrid, Paris, Berlin, dan Washington DC.
>>> BMW iX3 Mendekati 100.000 Pesanan Sebelum Usia Satu Tahun
Layanan yang ditawarkan meliputi car-sharing, rental mobil, dan parkir. Perusahaan ini dilaporkan memiliki lebih dari enam juta pelanggan.
Fokus pada Aktivitas Inti
Virgilio Cerutti, Kepala Pengembangan Bisnis & Kemitraan Stellantis, mengatakan bahwa dengan mempertajam fokus pada aktivitas otomotif inti, perusahaan memperkuat kapasitas untuk memberikan kinerja jangka panjang.
Stellantis berkomitmen mendukung transisi yang lancar bagi pelanggan, mitra, dan karyawan.
>>> Honda Rebel 1100 DCT: Cruiser Otomatis yang Sulit Dicari Penggantinya
Johannes Laumann, Chief Investment Officer Mutares, menyebut Free2move memiliki merek yang kuat dan potensi perbaikan operasional setelah dipisahkan dari Stellantis.
Pihaknya akan memperkuat model operasional Free2move dan mengembangkannya menjadi platform mandiri di sektor mobilitas.
>>> Kebut 130 km/jam di Zona 45 mph, Pengemudi Corvette Ditangkap di Florida
Free2move sebelumnya kurang dikenal luas meskipun telah hadir sejak era PSA. Penjualan ini menandai akhir dari keterlibatan Stellantis di bisnis car-sharing yang sempat populer beberapa tahun lalu.
