BYD mengajukan enam paten baterai solid-state dengan pendekatan dual-electrolyte cathode. Target produksi skala kecil pada 2027.
>>> Hino Perbarui Sertifikat TKDN Capai 71,75%
Paten CN122494567A mengusulkan struktur komposit dua lapis untuk katoda aktif.
Lapisan dalam mencampur material katoda monokristal dengan elektrolit padat, sementara lapisan luar menggabungkan material katoda polikristal dengan elektrolit padat komposisi lain.
Material monokristal tahan terhadap retak selama siklus pengisian-pengosongan.
Material polikristal menawarkan kinerja laju yang lebih baik karena luas permukaannya yang besar, tetapi lebih rentan retak di sepanjang batas butir.
Paten CN122494558A menggambarkan pendekatan tiga material untuk katoda aktif. Oksida logam dan sulfida logam pertama-tama diberi perlakuan litium, kemudian dicampur dengan elektrolit padat.
Paten ini mengklaim campuran material mengurangi resistansi listrik pada antarmuka padat-padat, meningkatkan kinerja laju, kapasitas spesifik, dan umur siklus.
Langkah Menuju Komersialisasi
Dua paten lainnya mengungkap detail upaya BYD menuju kesiapan produksi. Paten CN122494552A berkaitan dengan penerapan agen pembasah ionik cair di lapisan elektroda aktif.
Distribusi gradien digunakan, dengan daerah luar elektroda menerima lebih banyak agen daripada zona dalam.
Paten ini mengklaim dapat meningkatkan antarmuka padat-padat dan mencegah komplikasi akibat transportasi ion yang buruk.
>>> Rumah Chery Hadirkan Mobilitas Lengkap di GIIAS 2026
Paten CN122494553A mengusulkan metrik kontrol kualitas bernama Re, yaitu rasio kontak antara partikel katoda dan elektrolit.
Paten ini mengklaim setidaknya 60% keliling partikel katoda harus bersentuhan dengan partikel elektrolit. Metrik ini juga diklaim meningkatkan kinerja laju, kapasitas spesifik, dan umur siklus.
