Honda Gold Wing membuktikan bahwa motor touring seberat 800 pon pun bisa terasa ringan berkat distribusi massa, suspensi double-wishbone, dan fitur walking mode.
Konfigurasi silinder berlawanan menghasilkan getaran seimbang, membuat mesin terasa sangat mulus, dan pusat gravitasi rendah membuat motor lebih mudah bermanuver.
Honda juga menawarkan transmisi DCT tujuh kecepatan sebagai opsi.
Transmisi ini berpindah gigi secara otomatis, masuk dan keluar netral otomatis, serta memiliki paddle di stang untuk pemindahan manual.
Dengan begitu, kedua kaki bisa tetap menapak di tanah saat berhenti atau merayap di kemacetan.
Sasis Aluminium yang Dirancang untuk Stabilitas
Handling Gold Wing dimulai dari rangka twin-spar aluminium yang kaku namun ringan. Fitur utamanya adalah suspensi depan double-wishbone yang memisahkan input kemudi dari gerakan suspensi.
Ini mengurangi gejala nose-dive secara drastis dan meningkatkan presisi kemudi.
Desain ini memungkinkan Honda menempatkan mesin lebih ke depan untuk sentralisasi massa tanpa mengorbankan jarak sumbu roda.
>>> Corvette C1 ala Jepang: Mitsuoka Siapkan Roadster Retro Berbasis Mazda MX-5
Jarak sumbu roda 66,9 inci memberikan stabilitas garis lurus yang luar biasa. Di belakang, monoshock Pro-Link menawarkan preload elektronik yang dapat disesuaikan dengan pengendara, penumpang, dan bagasi.
Pengereman menggunakan cakram ganda 320 mm di depan dan 316 mm di belakang, dengan kombinasi pelek 18/16 inci.
Stang lebar memberikan daya ungkit yang baik pada kecepatan rendah, mengurangi usaha pengendara saat bermanuver.
