Honda Gold Wing membuktikan bahwa motor touring seberat 800 pon pun bisa terasa ringan berkat distribusi massa, suspensi double-wishbone, dan fitur walking mode.
Beberapa motor yang lebih ringan justru terasa kaku di kecepatan rendah, sementara motor yang lebih berat bisa menyatu dengan jalan saat melaju.
Pabrikan menyadari bahwa bobot harus dikelola di segala kecepatan, baik dengan gigi mundur di parkiran, keseimbangan di jalan tol, maupun mode berjalan untuk lalu lintas padat.
Honda Gold Wing: Bukti Ukuran Bukan Segalanya
Honda Gold Wing telah berevolusi selama hampir setengah abad bersama para pengendara touring. Honda terus menyempurnakan motor ini dengan satu tujuan: membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih mudah.
>>> Aston Martin Jual 50,1% Hak Merek Non-Otomotif demi Dana Talangan
Dari kejauhan, ia tampak seperti motor mewah kelas berat, tetapi rekayasa Honda berfokus pada distribusi bobot, bukan sekadar mengurangi berat.
Massa dijaga tetap rendah berkat mesin flat-six dan suspensi double-wishbone yang memisahkan gaya kemudi dari gerakan suspensi.
Ergonomi dirancang agar pengendara dapat mempertahankan posisi optimal tanpa kelelahan, baik saat berkendara maupun berjalan kaki. Varian Tour bahkan dilengkapi bagasi besar di bagian belakang.
Mesin Flat-Six yang Tak Ada Duanya
Jantung Gold Wing adalah mesin flat-six 1.833 cc berpendingin cairan yang menghasilkan 124 tenaga kuda dan torsi 125 pound-feet.
Angka ini mungkin terdengar biasa untuk mesin enam silinder, tetapi hasilnya adalah performa halus dan mudah, bukan akselerasi eksplosif.
