Cadangan Minyak Strategis AS turun ke 298,7 juta barel, terendah sejak 1983. Angka ini diperkirakan turun lagi ke 243 juta barel untuk meredam gejolak harga akibat perang.
Meski terdengar mengkhawatirkan, SPR dilaporkan membutuhkan sekitar 70 juta barel untuk beroperasi dengan aman. Namun, tampaknya hal itu tidak menjadi masalah.
>>> Polisi London Sita 90 Mobil Mewah, Termasuk Ferrari Monza Senilai Rp80 Miliar
Seorang mantan pejabat era Obama mengatakan dia tidak khawatir tentang stabilitas cadangan atau kemampuan untuk melakukan penarikan lagi jika diperlukan.
SPR memiliki kapasitas 714 juta barel, sehingga saat ini baru terisi 42 persen.
Sayangnya, perang kemungkinan tidak akan segera berakhir.
Beberapa hari lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan serangkaian syarat yang harus dipenuhi AS agar Selat Hormuz dibuka kembali.
Syarat itu termasuk tidak mengancam Iran, mengakhiri perang, dan menghentikan agresi terhadap sekutu Iran di kawasan.
Iran juga menuntut AS mencabut blokade laut dan menarik pasukannya, membayar reparasi, menghapus sanksi, serta membebaskan aset beku.
>>> Jeep Grand Wagoneer 2026 Turun Harga Lebih dari Rp300 Juta
Sulit membayangkan pemerintahan Trump menyetujui daftar tuntutan itu. Kebuntuan tampaknya akan berlanjut, dan mungkin memerlukan pelepasan baru dari SPR.
