CATL resmi mencapai netral karbon operasi inti pada 2025, dengan 100% listrik hijau. Perusahaan menargetkan netral karbon rantai nilai pada 2035.
Konsumsi energi per unit di basis produksi turun 28% dibandingkan 2022.
Intensitas emisi karbon turun sekitar 77% dalam dua tahun.
>>> Dodge Bawa Kembali Charger PPV untuk Polisi, Siap Lawan Ford Explorer
Total pengurangan emisi karbon melebihi 10 juta ton setara CO2.
Robin Zeng, Chairman dan CEO CATL, menyatakan bahwa nol karbon bukan hanya misi, tetapi juga kapabilitas yang terbentuk melalui praktik dan peluang pengembangan besar.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi perusahaan teknologi nol karbon terkemuka di dunia.
Tantangan Menuju 2035
Setelah mengamankan operasinya sendiri, CATL kini fokus pada rantai nilai yang lebih luas.
Saat ini, lebih dari 80% emisi karbon dalam siklus hidup penuh produk CATL berasal dari rantai pasokan.
Total emisi rantai pasokan melebihi emisi operasi inti lebih dari lima kali lipat.
Untuk mengatasinya, CATL membangun platform pelacakan data karbon rantai penuh pertama di industri baterai lithium.
Platform ini mencakup penambangan mineral, pemurnian bahan baku, sintesis material, dan manufaktur komponen.
Platform tersebut telah menyelesaikan akuntansi data karbon untuk lebih dari 100 pemasok Tier-1 inti.
Peta jalan CATL untuk 2035 berfokus pada empat area utama: riset bahan baku, produksi bahan baku, logistik transportasi, dan daur ulang.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, CATL akan merilis Panduan Pengadaan Hijau.
Panduan ini akan memasukkan jejak karbon, proporsi energi terbarukan, dan konsumsi energi per unit ke dalam kriteria penerimaan dan audit pemasok.
