GAC Aion resmi meluncurkan Ray 7, sedan fastback yang menargetkan Xiaomi SU7. Mobil ini mengusung teknologi Huawei eDrive dan EMB, dengan jarak tempuh 700 km.
Selain itu, ada Huawei iTRACK yang membantu mengurangi selip di jalan hujan atau bersalju.
Motor dan Baterai
Ray 7 ditenagai oleh satu motor listrik dari Huawei dengan output 180 kW (241 hp). Baterainya menggunakan LFP dari CATL yang memberikan jarak tempuh CLTC hingga 700 km.
>>> BMW M3 E30 Rifat Sungkar Tampil di IMX 2026
Untuk kecerdasan, Ray 7 dilengkapi 27 sensor panorama otomotif, termasuk LiDAR 192-line dan tiga radar gelombang milimeter 4D.
Mobil ini menggunakan model skala besar dari teknologi Robotaxi L4 WeRide.
Dengan teknologi tersebut, Ray 7 dapat menavigasi lingkungan perkotaan yang kompleks seperti 'kampung kota', putaran balik satu jalur, dan manuver meminjam jalur.
Mendukung navigasi 'dari tempat parkir ke tempat parkir', gerbang, dan parkir sulit.
GAC Aion menjual sekitar 30.000 mobil setiap bulan, namun sebagian besar penjualannya berasal dari pasar ride-hailing.
>>> Hongqi Jadi Merek Pertama di Luar BYD yang Pakai Baterai Blade Generasi Kedua
Belum lama ini, reputasi merek sempat terdampak masalah kualitas baterai CALB pada kendaraan ride-hailing mereka.
