otomotif1.com

Engineering Week 2026, Teknologi & Data Dorong Industri Rendah Karbon

Engineering Week 2026, Teknologi & Data Dorong Industri Rendah Karbon

IEE Series — Engineering Week 2026 (9–12 September, JIExpo Kemayoran) mengangkat keberlanjutan dari diskusi menjadi praktik nyata: data terukur, efisiensi alat berat, elektrifikasi tambang, hingga penyesuaian teknologi dengan kesiapan infrastruktur masing-masing lokasi. Hadirkan 206 pemimpin pemikiran & 8 sektor industri dalam satu ekosistem.

Ukuran teks

“Karbon tidak lagi hanya menjadi angka lingkungan, tetapi semakin menjadi angka bisnis. Intensitas karbon dapat memengaruhi akses pasar, pembiayaan, kebutuhan pelanggan, dan pada akhirnya daya saing perusahaan,” ujar William.

Artinya, perusahaan perlu mengetahui titik awal kinerjanya, memahami bagaimana data dihitung, dan memastikan hasilnya dapat diperiksa pihak ketiga terutama ketika isu emisi, efisiensi energi, keanekaragaman hayati, dan reklamasi berdampak langsung pada akses pasar, permodalan, kepatuhan regulasi, hingga posisi bersaing perusahaan.

Efisiensi Bahan Bakar = Keberlanjutan yang Terukur di Lapangan

dca679ba62420519701f93ae1ae04ee0.webp

Dari ruang diskusi, gagasan tersebut bergerak ke area pameran luar ruang Mining Indonesia 2026, di mana berbagai alat berat menunjukkan bagaimana prinsip efisiensi dan penghematan diterjemahkan langsung ke teknologi yang digunakan setiap hari.

Salah satunya adalah Shandong Heavy Industry Indonesia (SDHI) yang menampilkan beragam solusi alat berat, termasuk merek Shantui. Bagi Shantui, keberlanjutan dimulai dari hal yang paling mendasar: seberapa hemat bahan bakar mesin bekerja.

“Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu perhatian kami. Teknologi yang telah dikembangkan Shantui selama sekitar sepuluh tahun terakhir diarahkan supaya pengoperasian alat lebih efisien. Dalam biaya operasional, efisiensi bahan bakar tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat menekan biaya sepanjang masa penggunaan equipment,” jelas Alexander Tangestu dari PT Shantui Equipment Indonesia.

Alat berat yang hemat bahan bakar bukan sekadar ramah lingkungan — ia menekan biaya operasional harian, memperpanjang jarak tempuh per pengisian, dan menurunkan total biaya kepemilikan selama bertahun-tahun pemakaian.

Halaman 2 dari 4: 1 2 3 4

Update Terbaru

Lihat semua