IEE Series — Engineering Week 2026 (9–12 September, JIExpo Kemayoran) mengangkat keberlanjutan dari diskusi menjadi praktik nyata: data terukur, efisiensi alat berat, elektrifikasi tambang, hingga penyesuaian teknologi dengan kesiapan infrastruktur masing-masing lokasi. Hadirkan 206 pemimpin pemikiran & 8 sektor industri dalam satu ekosistem.
Elektrifikasi Mulai Masuk Tambang, Namun Harus Sesuai Kondisi
Langkah lebih jauh diambil SANY Indonesia yang menampilkan armada rendah karbon berupa truk berat listrik dengan pengisian cepat hanya 50 menit, dirancang khusus untuk menekan emisi di lokasi tambang berskala besar sekaligus menjawab keterbatasan infrastruktur listrik di daerah terpencil.
Saanjay Shamdasani, Director of Government Affairs and Deputy General Manager SANY Indonesia, menyampaikan manfaat nyata yang sudah dapat dirasakan:
“Visi kami adalah mewujudkan tambang rendah karbon yang terintegrasi secara bertahap dari armada hybrid menuju full electric. Harapannya, kami dapat terus mendukung target keberlanjutan pemerintah untuk mewujudkan zero emission pada tahun 2060,” katanya.
Teknologi ini diklaim mampu memangkas biaya operasional hingga 60 % dan biaya perawatan hingga 50 % dibandingkan unit konvensional bukti bahwa transisi energi juga soal efisiensi ekonomi.
Namun teknologi canggih tak serta-merta cocok untuk semua tempat. Vincent, Sales Marketing Director PT Indotruck Utama, mengingatkan bahwa tidak ada satu solusi yang pas untuk segala kondisi:
“Kalau kita bicara konsep sustainability sendiri, kita percaya enggak ada satu one recipe fits for all. Kuncinya tergantung aplikasi based on infrastructure,” paparnya.
Artinya, lokasi tambang yang jauh dari jaringan listrik memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan kawasan industri atau perkotaan yang pasokannya sudah memadai. Setiap pilihan teknologi harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
