Cupra mengonfirmasi SUV listrik Tindaya akan diproduksi. Model ini akan bersaing dengan BMW iX3, Volvo EX60, dan Mercedes-Benz GLC EV di segmen premium Eropa.
SUV konsep Cupra Tindaya yang tampil di Munich Motor Show tahun lalu resmi akan diproduksi.
Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh CEO Seat dan Cupra, Markus Haupt, dalam wawancara terbaru.
Tindaya akan menjadi model terbaru Cupra yang menggunakan platform SSP milik Volkswagen Group. Platform ini memberikan fleksibilitas dalam pemilihan sistem penggerak.
SUV listrik bergaya agresif ini akan menempati posisi di atas Tavascan dan Terramar dalam jajaran Cupra.
Target utamanya adalah para pemain mapan seperti BMW iX3 baru, Volvo EX60, dan Mercedes-Benz GLC EV.
Dengan desain yang disebut mirip dengan gaya Lamborghini, Tindaya diharapkan mampu menarik konsumen yang menganggap SUV premium lain terlalu membosankan.
Dimensi Premium dan Harga Kompetitif
Tindaya memiliki panjang 4.720 mm, ukuran yang pas untuk segmen SUV premium Eropa. Pasar ini memang padat dengan merek-merek Jerman serta pesaing dari Genesis, Lexus, dan Volvo.
Cupra yakin pembeli menginginkan sesuatu yang lebih berani dari crossover eksekutif yang rapi.
Harga Tindaya diperkirakan mulai dari £60.000, jauh lebih mahal dari model Cupra saat ini namun sesuai untuk segmennya.
Menurut sumber, Tindaya kemungkinan adalah model yang lebih besar dari dua model yang semula direncanakan untuk ekspansi Cupra ke Amerika Utara.
Rencana ekspansi itu batal karena tarif dan lemahnya permintaan EV di AS.
Powertrain Fleksibel: EV Murni atau Range Extender
Tindaya akan menggunakan platform SSP Volkswagen Group yang akan menggantikan arsitektur MEB di berbagai merek. Namun, Cupra belum memutuskan pengaturan powertrain final.
Konsep asli menggunakan pengaturan range extender dengan tenaga 489 hp yang menggabungkan tenaga listrik dengan dukungan pembakaran. Haupt mengatakan semua opsi masih terbuka sambil memantau tren pasar.
“Semua diskusi ini berubah dari hari ke hari, sangat cepat,” ujarnya. “Powertrain mana yang akan kami gunakan pada akhirnya?
Itu adalah keputusan yang belum kami ambil sekarang.”
Fleksibilitas ini menjadi salah satu keuntungan menjadi bagian dari kerajaan Volkswagen. SSP dilaporkan mendukung segala sesuatu mulai dari EV murni hingga pengaturan berbantuan pembakaran, tergantung permintaan regional.
