otomotif1.com

GM Ingin EV Anda Bantu Jaringan Listrik, Tapi Biaya Peralatannya Rp 300 Juta

Ilustrasi kendaraan listrik GM terhubung ke jaringan listrik
Ilustrasi kendaraan listrik GM terhubung ke jaringan listrik

General Motors mengusulkan kendaraan listriknya membantu menstabilkan jaringan listrik. Namun, peralatan bidirectional charging dibanderol sekitar $20.000 atau Rp 300 juta, dan pemilik butuh lima tahun untuk balik modal.

Ukuran teks

General Motors (GM) melihat peluang besar dari ribuan kendaraan listrik (EV) yang terparkir di malam hari.

Perusahaan itu ingin EV Chevrolet, Cadillac, dan GMC milik konsumen menjadi bagian dari infrastruktur energi Amerika Serikat.

Wade Sheffer, wakil presiden GM Energy, dalam surat terbuka kepada perusahaan utilitas dan pembuat kebijakan energi, memaparkan visi teknologi vehicle-to-grid (V2G).

Alih-alih hanya menarik listrik, EV yang kompatibel bisa mengirim energi kembali saat permintaan puncak atau pasokan mengetat.

GM mengklaim sudah memiliki lebih dari 250.000 EV dengan kemampuan bidirectional di jalanan AS.

Kendaraan itu secara kolektif menyimpan energi yang cukup untuk memasok listrik ke sekitar 120.000 rumah selama seminggu.

"Teknologi sudah terparkir di luar. Mari kita hidupkan bersama," tulis Sheffer.

Biaya Peralatan dan Tantangan

Namun, ada kendala. Untuk berpartisipasi, pemilik tidak cukup hanya memiliki EV yang kompatibel.

Mereka membutuhkan peralatan pengisian bidirectional khusus yang harganya sekitar $20.000 (sekitar Rp 300 juta) sebelum biaya instalasi.

Menurut laporan Wired, dibutuhkan waktu hingga lima tahun untuk mencapai titik impas.

Selain itu, perusahaan utilitas memiliki aturan berbeda di tiap wilayah, sehingga adopsi luas memerlukan kerja sama ribuan organisasi.

GM saat ini bekerja sama dengan Pacific Gas and Electric di California dan DTE Energy di Michigan. Namun, memperluas teknologi ini secara nasional menjadi tantangan besar.

Kekhawatiran lain adalah dampak penggunaan baterai EV secara rutin untuk mendukung jaringan terhadap kesehatan baterai jangka panjang. GM belum membahas detail masalah ini dalam suratnya.

Saat ini, proposal GM masih lebih merupakan visi daripada kenyataan.

Namun, dengan tekanan pada jaringan listrik akibat cuaca ekstrem, meningkatnya permintaan energi, dan infrastruktur AI yang berkembang, EV di masa depan mungkin memiliki pekerjaan kedua saat pemiliknya tidur.

Update Terbaru

Lihat semua