Stellantis mengonfirmasi kembalinya mesin Hemi V8 ke produksi. Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi elektrifikasi yang lebih realistis.
Stellantis mengonfirmasi pada 14 September 2025 bahwa mesin Hemi V8 akan kembali diproduksi. Keputusan ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi elektrifikasi perusahaan.
Bagi penggemar Dodge dan Ram, kabar ini menjadi angin segar setelah beberapa tahun terakhir mesin 5.7 liter dan 6.4 liter Hemi perlahan ditinggalkan demi komitmen elektrifikasi.
Pengumuman ini bukan sekadar nostalgia atau lencana warisan.
Stellantis mengambil keputusan bisnis konkret: permintaan V8 di segmen truk dan performa masih cukup kuat dan menguntungkan untuk investasi berkelanjutan.
Konfirmasi Stellantis dan Dampaknya pada Ram
Inti pengumuman adalah bahwa nama Hemi V8 akan kembali ke produksi aktif, bukan sekadar bertahan di aplikasi lama.
Stellantis menghubungkan langkah ini dengan peta jalan EV yang direvisi.
Di sisi Ram, arah sudah mulai terlihat.
CEO Ram Tim Kuniskis mengonfirmasi bahwa mesin 5.7 liter Hemi V8 tanpa sistem mild-hybrid 48 volt akan meluas ke trim Express yang lebih terjangkau.
Penghapusan mild-hybrid merupakan poin penting bagi pembeli yang menginginkan V8 sederhana tanpa kerumitan dan biaya tambahan.
Penyebaran konfigurasi ini ke lini bawah menandakan bahwa Ram mendengarkan keinginan pelanggan inti.
Model yang Akan Mendapatkan Hemi dan Jadwalnya
Baik Dodge maupun Ram akan mendapatkan mesin ini.
Rencana reinvensi Stellantis yang lebih luas, yang diuraikan awal 2025, mencakup referensi ke Hellcat baru dan model mobil sport Dodge baru di antara 20 kendaraan baru yang ditargetkan pada 2030.
Kebangkitan Hemi terhubung langsung dengan rencana tersebut.
Aplikasi jangka pendek terlihat pada truk Rumble Bee dan Express, sementara model performa Dodge akan hadir lebih jauh dalam rencana produk era 2030.
Perusahaan belum mengonfirmasi tanggal penjualan pasti untuk setiap aplikasi pada tahap ini.
Pergeseran Strategi EV yang Memungkinkan Kembalinya Hemi
Komitmen EV Stellantis mendapat tekanan di seluruh industri, dan perusahaan tidak sendirian dalam melakukan penyesuaian. GM berinvestasi pada model Cadillac bertenaga pembakaran baru di pabrik Spring Hill.
Tren yang lebih luas adalah produsen mobil membaca permintaan ritel aktual daripada kurva adopsi yang diproyeksikan. Di segmen truk ukuran penuh dan otot Amerika, permintaan masih berbasis bensin.
Bagi Stellantis, memperlambat laju elektrifikasi membebaskan modal dan bandwidth teknik yang dapat dialihkan ke pengembangan powertrain untuk Dodge dan Ram.
Logika bisnisnya jelas: truk dan mobil performa bermesin Hemi memiliki margin kuat dan pembeli setia.
Membiarkan segmen itu menyusut untuk mendanai program EV yang belum menghasilkan pengembalian sebanding adalah trade-off yang tidak lagi mau diambil Stellantis dengan kecepatan yang sama.
Mengapa Nama Hemi Masih Berbobot
Status budaya Hemi dalam performa Amerika bukan sekadar sejarah pemasaran.
Unit balap 426 inci kubik yang mendominasi NASCAR dan drag strip tahun 1960-an, 440 Six Pack yang menggerakkan Mopar era otot, dan mesin modern 5.7L serta 6.4L yang menjadi andalan Ram 1500 hingga Challenger SRT—nama ini telah mendapatkan reputasinya lintas generasi.
Saat pembeli Dodge dan Ram berbicara tentang mesin "asli", Hemi adalah tolok ukur spesifik yang mereka gunakan.
Warisan itulah yang membuat kembalinya Hemi berarti lebih dari sekadar lembar spesifikasi.
Kebangkitan Hemi menandakan bahwa Stellantis memahami apa yang dihargai oleh pelanggan paling setianya—bukan hanya angka perpindahan dan tenaga kuda, tetapi kesinambungan identitas performa yang telah menjadi bagian dari budaya truk dan otot Amerika selama enam dekade.
Langkah selanjutnya adalah melihat model spesifik mana yang akan membawa lencana ini ke depan, dan apakah spesifikasinya sesuai dengan apa yang selalu dijanjikan oleh nama tersebut.
