otomotif1.com

VW Pertimbangkan Jual Mobil Buatan China di Eropa, CFO Tak Setuju

Mobil SUV Volkswagen buatan China untuk pasar Eropa
Mobil SUV Volkswagen buatan China untuk pasar Eropa

Volkswagen tengah mengkaji penjualan mobil buatan China di Eropa, termasuk kemungkinan perakitan di Jerman. Namun, CFO Arno Antlitz menentang ide tersebut.

Ukuran teks

Volkswagen (VW) semakin serius mempertimbangkan untuk menjual mobil yang dikembangkan di China di pasar Eropa. Bahkan, pabrikan Jerman itu juga membuka kemungkinan merakit kendaraan tersebut di dalam negeri.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi VW untuk menghindari tarif impor yang tinggi.

Saat ini, Uni Eropa memberlakukan bea masuk tambahan untuk mobil listrik buatan China, dengan tarif bervariasi tergantung produsen.

Menurut laporan Handelsblatt, VW telah menugaskan studi kelayakan untuk mengevaluasi opsi ini. Studi tersebut mencakup impor kendaraan utuh dari China maupun perakitan komponen utama di Eropa.

Model pertama yang mungkin diimpor adalah SUV baru yang belum diluncurkan di China.

Kendaraan ini diperkirakan akan menggunakan platform CSP (China Scalable Platform) milik VW sendiri, bukan hasil kerja sama dengan SAIC.

Dengan platform tersebut, VW memiliki kendali penuh atas teknologi. Namun, mobil tetap perlu disesuaikan dengan pasar Eropa, termasuk sistem bantuan pengemudi, material, dan perangkat lunak.

Tarif Jadi Kendala Utama

Kendala terbesar adalah tarif impor. Saat ini, Cupra Tavascan yang diproduksi di China mendapat pengecualian karena sebagian besar teknologinya berasal dari Eropa.

Model VW lain kemungkinan tidak akan mendapat perlakuan serupa.

Tarif bea masuk tambahan untuk mobil listrik China bervariasi: SAIC dikenakan 35%, BYD 17%, dan Tesla di bawah 8%, di luar tarif standar UE.

Merakit mobil di Eropa menjadi solusi untuk menghindari biaya tambahan tersebut.

Pabrik VW di Zwickau, Jerman, disebut-sebut sebagai lokasi potensial untuk perakitan. Langkah ini juga dapat meningkatkan utilisasi pabrik VW di Jerman yang saat ini underutilized.

Perwakilan pekerja dikabarkan terbuka terhadap model baru asal China, asalkan tidak menggantikan komitmen produksi yang sudah ada.

Namun, tidak semua eksekutif VW setuju dengan rencana ini.

CFO Arno Antlitz memperingatkan agar tidak membangun kendaraan dari pesaing China dan memberinya merek Volkswagen dengan citra kualitas yang telah dibangun.

CEO Oliver Blume sebelumnya telah mengindikasikan minatnya pada langkah ini. Pada Mei lalu, ia menyebut ID.

Era 9X sebagai kandidat untuk pasar Eropa, namun kini fokus bergeser ke model lain yang lebih besar dari Touareg.

Di China, mobil tersebut dijual sekitar €45.000 ($51.000), sementara Touareg di Eropa bisa mencapai €80.000 ($91.000).

Perbedaan harga yang signifikan ini menjadi daya tarik utama.

Meski demikian, sumber internal menekankan bahwa proposal ini masih bersifat eksploratif dan bisa saja dibatalkan. Keputusan akhir belum diambil.

Update Terbaru

Lihat semua