Bulletproof Automotive merayakan 25 tahun dengan BP25, Honda S2000 supercharged bertenaga 580 HP dan redline 10.000 RPM. Menggabungkan kemurnian analog dengan performa modern.
Bulletproof Automotive, builder tuning asal Amerika Serikat, merayakan 25 tahun berdirinya dengan sebuah proyek spesial di ajang SEMA Show.
Mereka menghadirkan BP25, sebuah Honda S2000 yang dimodifikasi secara ekstrem namun tetap setia pada filosofi asli mobil tersebut.
BP25 bukan sekadar mobil pameran. Mobil ini membuktikan bahwa sasis S2000 memiliki potensi luar biasa yang jarang terekspos.
Supercharged F20C: 580 HP di 9.300 RPM
Jantung BP25 adalah mesin F20C 2.0 liter yang telah dipasangi supercharger Vortech V2-Si.
Alih-alih turbocharger yang bisa mengubah karakter mesin, supercharger dipilih untuk menjaga linearitas tenaga khas Honda.
Hasilnya, tenaga mencapai 580 tenaga kuda pada 9.300 RPM, dengan redline menyentuh 10.000 RPM. Angka ini hampir tiga kali lipat dari output standar S2000.
Manajemen mesin menggunakan sistem AEM yang canggih untuk mengontrol campuran bahan bakar dan pengapian secara presisi.
Transmisi Manual AP2 yang Dipertahankan
Salah satu keputusan paling penting adalah mempertahankan transmisi manual enam percepatan dari S2000 AP2. Gearbox ini terkenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia otomotif.
Kopling dan diferensial telah diupgrade untuk menahan tenaga tambahan, tetapi pengalaman mengemudi tetap analog dan melibatkan pengemudi secara penuh.
Menurut Ben Schaffer, pendiri Bulletproof Automotive, mereka mengambil inti kemurnian high-revving analog dan memperkuatnya dengan 580 tenaga kuda supercharged serta teknologi modern terbaik.
Body Kit Varis dan Cat Lamborghini
Secara visual, BP25 mengenakan body kit lebar Varis Dark Panther. Kit ini tidak hanya untuk gaya, tetapi juga meningkatkan aerodinamika dan pendinginan.
Cat yang digunakan adalah Lamborghini Balloon White, sebuah homage pada salah satu build konsep pertama Bulletproof Automotive 25 tahun lalu.
Atap hardtop Spoon Sports mengubah roadster menjadi silhouette fastback coupe yang lebih aerodinamis.
Setiap modifikasi visual memiliki fungsi ganda: fender lebar untuk menampung ban lebar, ventilasi kap dan samping untuk pembuangan panas mesin supercharged.
Rekayasa F20C yang Overbuilt
Mesin F20C awalnya dirancang dengan standar yang sangat tinggi.
Saat debut, mesin ini menghasilkan 120 tenaga kuda per liter, rekor dunia untuk mesin naturally aspirated produksi massal yang bertahan hingga Ferrari 458 Italia.
Honda menggunakan liner silinder fiber-reinforced metal (FRM), piston forged aluminium, dan komponen internal berlapis material anti-gesekan dari divisi balap.
Hasilnya, F20C memiliki toleransi dan kekuatan material setara mesin balap.
Kemampuan BP25 untuk bertahan pada 10.000 RPM membuktikan bahwa Honda telah membangun fondasi yang mampu menangani tuntutan supercar, tetapi menyembunyikannya di dalam roadster yang terjangkau.
