Perbaikan mobil modern tidak lagi cukup dengan kunci pas. Bengkel independen harus membayar langganan software hingga ribuan dolar per tahun, yang berpotensi menaikkan biaya servis konsumen.
Mobil modern semakin aman dan cerdas, tetapi kemajuan teknologi itu membawa konsekuensi: biaya perbaikan yang melonjak.
Bengkel independen kini harus berlangganan software pabrikan yang harganya mencapai ribuan dolar per tahun.
Menurut laporan The Detroit News, biaya langganan perangkat lunak diagnostik pabrikan bisa mencapai ribuan dolar setiap tahun.
Tesla mematok $3.188 per tahun, Ford sekitar $2.500, dan General Motors sekitar $1.200.
Banyak pabrikan juga menawarkan langganan jangka pendek, tetapi biaya tetap bertambah cepat bagi bengkel yang menangani banyak merek.
Software hanyalah satu bagian dari masalah.
Mobil modern dipenuhi kamera, sensor radar, dan sistem bantuan pengemudi canggih yang sering memerlukan peralatan kalibrasi khusus setelah perbaikan kecil sekalipun.
Bengkel juga harus terus berinvestasi dalam alat scan baru dan pelatihan teknisi seiring perkembangan teknologi kendaraan.
Dampak pada Konsumen dan Kebijakan
Bagi pabrikan dan dealer, situasi ini mungkin bukan masalah. Mereka justru diuntungkan karena servis adalah sumber keuntungan utama dealer.
Hambatan software bagi bengkel independen secara tidak langsung menguntungkan dealer dan pabrikan.
Pemerintah AS telah memperhatikan masalah ini.
Para anggota parlemen masih memperdebatkan undang-undang right-to-repair yang bertujuan menjaga ketersediaan informasi dan alat perbaikan bagi semua pihak.
Pabrikan berdalih dengan perjanjian industri 2014 yang menjanjikan bengkel independen data perbaikan dan alat diagnostik yang sama dengan dealer resmi.
Alliance for Automotive Innovation menegaskan kembali komitmen tersebut, namun menambahkan bahwa pabrikan memiliki kekayaan intelektual dan informasi bisnis rahasia yang harus dilindungi.
Akibatnya, biaya perbaikan terus naik bagi konsumen.
Menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dikutip The Detroit News, biaya perawatan dan perbaikan kendaraan meningkat 36 persen antara Mei 2022 dan Mei 2026, termasuk kenaikan 6 persen tahun ini saja.
Inflasi, gangguan rantai pasok, tarif, biaya tenaga kerja yang lebih tinggi, dan kendaraan yang semakin canggih turut mendorong tren ini.
