Seat mengaku belum ada keputusan final soal masa depan mereknya. Namun, investasi lanjutan semakin sulit dan opsi penghentian bertahap masih terbuka.
Seat buka suara soal masa depan mereknya setelah muncul laporan bahwa Volkswagen berencana menghentikan merek tersebut. Sayangnya, pernyataan yang dirilis tidak memberikan jawaban pasti.
CEO Volkswagen Group, Oliver Blume, menegaskan bahwa Seat S. A.
memiliki peran penting dalam grup. Ia menyebut kemampuan transformasi perusahaan dengan basis industri kuat di Martorell dan perkembangan Cupra yang luar biasa.
Namun, Blume menambahkan bahwa mereka perlu tetap fleksibel dan menyesuaikan strategi merek serta produk dengan regulasi, kondisi pasar, dan permintaan pelanggan.
Seat pun menyatakan akan membuka semua opsi untuk merek Seat.
Perusahaan menegaskan memiliki peta jalan produk yang jelas.
Ini akan menghasilkan peluncuran model baru dan pembaruan yang sudah direncanakan, termasuk versi mild-hybrid dari Arona dan Ibiza pada 2027.
Setelah titik itu, masa depan merek menjadi tidak jelas. Seat mengakui bahwa di luar siklus produk saat ini, arah masa depan merek Seat masih dalam penilaian.
Meski ini mengisyaratkan merek tersebut tidak dijamin mati, namun kondisinya tidak menggembirakan.
Seat mengakui bahwa regulasi yang semakin ketat, ekonomi elektrifikasi, dan investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan model generasi baru membuat kasus bisnis untuk investasi lebih lanjut semakin menantang.
Meski begitu, belum ada keputusan final yang diambil. Namun, perusahaan mengakui beberapa skenario mungkin terjadi setelah 2030, termasuk penghentian bertahap merek Seat.
Seat Akan Tetap Hidup sebagai Perusahaan di Balik Cupra
Seat S. A.
menambahkan bahwa apa pun yang terjadi, dealer akan terus mendukung pelanggan. Bahkan jika merek Seat mati, perusahaan akan tetap hidup sebagai entitas di balik Cupra.
Cupra disebut terus tumbuh dan akan memasuki Timur Tengah tahun depan.
Perusahaan juga mengulangi ambisi jangka panjang untuk masuk ke Amerika Serikat, setelah sebelumnya menghentikan rencana peluncuran pada 2030.
