Bentley membatalkan rencana EV murni 2030 dan memilih strategi fleksibel. CEO Frank-Steffan Walliser sebut perencanaan jangka panjang tak lagi bisa diandalkan.
Bentley resmi meninggalkan ambisi menjadi merek listrik murni pada 2030. Pabrikan Inggris itu kini memilih pendekatan lebih fleksibel dalam menghadapi pasar yang berubah.
Keputusan ini menandai pergeseran besar dari rencana yang pernah diumumkan pada acara Beyond 100 tahun 2020. Saat itu Bentley menargetkan menjadi pemimpin mobilitas mewah berkelanjutan.
Dalam kerangka tersebut, Bentley semestinya menghentikan kendaraan bermesin konvensional pada 2026. Merek ini juga dijadwalkan hanya menjual plug-in hybrid atau EV sebelum beralih sepenuhnya ke listrik pada 2030.
Realitas Pasar Mengubah Rencana
Rencana itu tidak berjalan sesuai harapan. Bentley baru saja memperkenalkan kendaraan listrik pertamanya, Torcal, yang hadir hampir setahun terlambat.
Torcal menawarkan jangkauan hingga 375 mil atau sekitar 604 km.
Meski respons terhadap model ini beragam, Torcal dilaporkan akan menjadi satu-satunya EV Bentley selama beberapa tahun ke depan.
Menurut Autocar, EV berikutnya dari Bentley tidak akan hadir hingga setelah 2030. Kondisi ini kontras dengan Rolls-Royce yang telah meluncurkan Spectre pada 2023 dan tengah menyiapkan crossover listrik.
CEO Bentley Frank-Steffan Walliser menilai keputusan memperlambat elektrifikasi sudah tepat. Ia menyebut konsumen belum siap sepenuhnya beralih ke listrik.
Regulator juga dinilai telah melunakkan target adopsi yang sebelumnya ambisius. "Di masa lalu, Anda membuat rencana untuk 10 tahun dan menjalankannya," ujarnya.
"Kami mengirim mobil dalam lingkungan yang relatif stabil. Sekarang tidak lagi demikian."
Walliser menambahkan perusahaan tengah mengembangkan plug-in hybrid dan EV di jalur produksi yang sama. Langkah ini memudahkan adaptasi terhadap perubahan permintaan dan regulasi.
Bentley juga memangkas siklus dan waktu pengembangan. Saat ini dibutuhkan empat tahun untuk menciptakan model baru, dan perusahaan ingin menurunkannya menjadi tiga tahun.
Terkait Torcal, Walliser menutup kemungkinan varian plug-in hybrid.
Crossover ini dibangun di atas platform PPE khusus EV, sehingga menambah mesin hanya akan menciptakan tumpang tindih dengan Bentayga.
