saat melakukan pengereman.
- Jangan panik dan terapkan teknik pengereman berkala
Saat berhadapan dengan situasi darurat, ingat bahwa pengereman harus dilakukan
secara bertahap. Misalnya, menarik tuas rem depan disusul dengan tuas rem
belakang dengan bertahap dan interval yang konstan agar kecepatan motor
menurun secara bertahap tanpa mengunci roda atau menghindari kampas rem
menjadi panas.
- Ketahui interval waktu untuk pengambilan keputusan di jalan
Menjaga jarak antar kendaraan sangat krusial untuk memberi waktu pengambilan
keputusan pengereman yang baik. Pada umumnya jarak pandang mata normal
seseorang sejauh 30 m. Jarak ini merupakan situasi ideal untuk dapat membaca,
memprediksi, dan mengambil keputusan saat berkendara. Dalam kondisi jalan
normal, seseorang dapat meresponi kondisi mulai dari menangkap sinyal hingga
melakukan pengereman (misalnya terhadap lampu merah dan anjuran lalu lintas)
dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan kondisi tidak terduga. Seringkali saat
dihadapkan pada kondisi mengejutkan seperti ada penyeberang dadakan atau
kendaraan yang memotong arah, pengemudi butuh waktu lebih lama, dimana pengendara biasanya akan mencerna sinyal bahaya dalam waktu 1.5 detik dan
memutuskan untuk melakukan pengereman pada detik berikutnya 2 . Faktor lainnya
seperti kondisi jalan kering atau basah, bobot kendaraan, hingga tingkat visibilitas
semuanya akan menjadi faktor pertimbangan sebelum mengambil keputusan di
jalan.
- Sadar kondisi sekitar dan jaga jarak aman
