Menurut TMC Polda Metro Jaya, semakin rendah kecepatan berkendara maka
semakin kecil pula jarak yang harus diterapkan, begitu pula sebaliknya. Misalnya
untuk kecepatan 30km/jam maka jarak aman adalah 30 meter, sedangkan untuk
kecepatan 80km/jam maka jarak aman adalah 80 meter. Untuk mengetahui jarak
yang sebaiknya diterapkan, pengendara dapat memperhatikan angka kecepatan
sepeda motor seperti yang ada pada speedometer digital Nex Crossover.
- Pastikan kondisi tubuh prima
Kegagalan respons terhadap bahaya sehingga mengakibatkan kecelakaan biasanya
disebabkan oleh kondisi pengendara yang kelelahan. Untuk menghindari kelelahan
sebelum dan saat perjalanan, sebaiknya pengemudi melindungi diri dari cuaca
dengan menggunakan pakaian yang melindungi diri dari paparan angin dan matahari
langsung. Hindari pula berkendara pada larut malam atau di luar jam beraktivitas,
dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping pada
tubuh. Apabila pengendara merasa kurang bugar atau mengantuk, disarankan untuk
beristirahat sejenak dan tidak melanjutkan perjalanan hingga kondisi badan kembali
pulih dan segar.
- Lakukan pemeriksaan ringan sebelum berkendara
Motor yang digunakan dalam aktivitas harian perlu perhatian berkala khususnya
pada alat kendali dan ban. Di awal berkendara lakukan tes pengereman depan dan
belakang untuk memastikan tiap rem dapat menghentikan motor dengan baik saat
melaju. Selain itu setiap minggunya pemeriksaan tekanan dan tapak ban juga baik
untuk dilakukan sehingga dapat mengantisipasi resiko yang bisa timbul akibat ban
