OTOMOTIF1.com

Lagonda di Usia 50: Limusin Unik Aston Martin Kini Makin Relevan

Lagonda di Usia 50: Limusin Unik Aston Martin Kini Makin Relevan
Aston Martin Lagonda 1976 diparkir di depan bangunan bersejarah

Lahir pada 1976, Lagonda menjadi penyelamat Aston Martin. Dengan desain wedge dan teknologi canggih, mobil ini terjual 620 unit. Mungkinkah kebangkitan Lagonda terulang?

Ukuran teks

Setelah pemilik Aston David Brown mengakuisisi Lagonda pada 1947, perusahaan memproduksi model Lagonda 2.6-Litre dan 3-Litre pada 1950-an, serta Lagonda Rapide berbasis DB4 antara 1961 dan 1965.

Namun, semua itu masih kalah dibanding model DB Aston yang lebih mainstream.

Desainer William Towns bergabung pada 1966.

Pengganti DB6, yaitu DBS, mulai diproduksi tahun berikutnya sebagai coupé dua pintu, tetapi Towns juga merancangnya sebagai sedan empat pintu.

Aston menghidupkan kembali nama Lagonda untuk mobil itu pada 1974, tetapi hanya tujuh unit terjual. Pada akhir tahun itu, Aston Martin bangkrut.

Pada Januari 1975, Company Developments menyelamatkan Aston. Kepala Peter Sprague dan George Minden menugaskan Towns untuk menciptakan produk baru yang melambangkan semangat zaman.

Semangat itu berbentuk wedge—Lotus baru saja meluncurkan Esprit dan Fiat X1/9.

Towns menyajikan mobil berbody aluminium dengan garis origami yang tajam, membutuhkan 2.200 jam untuk membuat setiap unit.

Proporsinya ramping dan elegan: tinggi hanya 130 cm, panjang 5,2 m. Ini adalah visi Towns tentang masa depan, yang ternyata prescient dan menarik.

Teknologi Canggih di Dalam Kabin

Kabin Lagonda bahkan lebih futuristik. Mike Loasby mengembangkan sistem tampilan digital solid-state bersama peneliti Cranfield Institute.

>>> Pengemudi Abaikan Peringatan Polisi, Ngebut 80 Km/Jam di Atas Batas

Hampir 50 sakelar sensitif sentuhan—cikal bakal kontrol haptic modern—mengontrol lampu pop-up hingga pengaturan kursi depan.

Halaman 2 dari 5: 1 2 3 4 5

Update Terbaru

Lihat semua