Pabrik baterai Ford di Michigan akhirnya beroperasi penuh. Baterai menggunakan teknologi lisensi dari CATL China, yang sempat menuai sorotan politik.
>>> 2027 BMW X5 PHEV Meluncur dengan Tenaga 612 HP, Siap Saingi Cayenne Turbo GT
Berdasarkan ketentuan awal, pabrik tersebut akan membuat Ford memenuhi syarat untuk subsidi pemerintah sebesar $45 per kilowatt-jam baterai yang diproduksi.
Awalnya, pabrik dirancang untuk mendukung kapasitas tahunan 35 gigawatt-jam (GWh), cukup untuk memasok hingga 400.000 kendaraan listrik.
Ford Ubah Rencana ke Baterai Penyimpanan
Ford kemudian mengurangi rencana untuk pabrik tersebut, memangkas investasi menjadi $2 miliar dan menurunkan output yang diharapkan menjadi 20 GWh.
Yang lebih penting, Ford telah beralih dari rencana awal untuk menggunakan baterai LFP lisensi CATL hanya untuk kendaraan listrik, dan kini berniat menggunakannya juga untuk penyimpanan baterai.
>>> Kia Cetak Penjualan Juni dan Semester Pertama Terbaik Sepanjang Sejarah
Perubahan itu sudah berlangsung di pabrik Ford dan CATL di Kentucky. Ford pada akhirnya berencana untuk menggunakan setidaknya 20 GWh baterai ini setiap tahun untuk sistem penyimpanan energi.
