Volkswagen tengah mengkaji penjualan mobil buatan China di Eropa, termasuk kemungkinan perakitan di Jerman. Namun, CFO Arno Antlitz menentang ide tersebut.
Tarif bea masuk tambahan untuk mobil listrik China bervariasi: SAIC dikenakan 35%, BYD 17%, dan Tesla di bawah 8%, di luar tarif standar UE.
Merakit mobil di Eropa menjadi solusi untuk menghindari biaya tambahan tersebut.
Pabrik VW di Zwickau, Jerman, disebut-sebut sebagai lokasi potensial untuk perakitan. Langkah ini juga dapat meningkatkan utilisasi pabrik VW di Jerman yang saat ini underutilized.
Perwakilan pekerja dikabarkan terbuka terhadap model baru asal China, asalkan tidak menggantikan komitmen produksi yang sudah ada.
>>> Kove 800X Rally: Petualang Bertenaga Dakar yang Sulit Ditandingi
Namun, tidak semua eksekutif VW setuju dengan rencana ini.
CFO Arno Antlitz memperingatkan agar tidak membangun kendaraan dari pesaing China dan memberinya merek Volkswagen dengan citra kualitas yang telah dibangun.
CEO Oliver Blume sebelumnya telah mengindikasikan minatnya pada langkah ini. Pada Mei lalu, ia menyebut ID.
Era 9X sebagai kandidat untuk pasar Eropa, namun kini fokus bergeser ke model lain yang lebih besar dari Touareg.
Di China, mobil tersebut dijual sekitar €45.000 ($51.000), sementara Touareg di Eropa bisa mencapai €80.000 ($91.000).
Perbedaan harga yang signifikan ini menjadi daya tarik utama.
>>> Chevrolet Malibu Masih Laku 206 Unit di AS Meski Sudah Disetop
Meski demikian, sumber internal menekankan bahwa proposal ini masih bersifat eksploratif dan bisa saja dibatalkan. Keputusan akhir belum diambil.
