otomotif1.com

Kebijakan Impor EV Baru Malaysia Persempit Akses Pasar BYD dan Eksportir China Lainnya

Kebijakan Impor EV Baru Malaysia Persempit Akses Pasar BYD dan Eksportir China Lainnya
In 2025, the Stellantis Group and Leapmotor announced that they would launch a local assembly project in Malaysia. Credit: Stellantis

Malaysia resmi memberlakukan aturan impor CBU EV yang lebih ketat per 1 Juli 2026, mempersempit akses pasar bagi BYD dan merek China lain yang mengandalkan model terjangkau.

Ukuran teks

Sebagai contoh, seluruh lini BYD di Malaysia saat ini memiliki tujuh model dengan harga awal di bawah 200.000 ringgit.

Beberapa model seperti Dolphin dan Atto 3 level awal juga berada di bawah persyaratan daya 180 kW.

Model populer lainnya, termasuk Zeekr 7X dan Chery Omoda E5, juga saat ini tidak dapat diimpor di bawah kerangka baru.

Kendala Produksi Lokal

Meskipun beberapa produsen China mempertimbangkan produksi lokal untuk menghindari pembatasan impor, pemerintah Malaysia telah memberlakukan kondisi ketat untuk proyek manufaktur baru yang disetujui setelah 1 September 2025.

Ketentuan tersebut meliputi harga kendaraan minimum 100.000 ringgit (sekitar 14.700 dolar AS), kewajiban ekspor minimal 80 persen produksi dengan penjualan lokal maksimal 20 persen, serta lokalisasi bernilai tambah tinggi yang mewajibkan proses pengelasan, pengecatan, dan perakitan akhir dilakukan di Malaysia.

>>> Ford Alami Penurunan Penjualan Kuartal II Meski Tawarkan Diskon dan Hybrid

in2

Pabrik CKD (Completely Knocked Down) BYD yang direncanakan di Tanjung Malim, Perak, seluas sekitar 600.000 meter persegi, dilaporkan mandek.

Analis yang dikutip Caixin menilai persyaratan ekspor 80 persen tidak realistis bagi BYD yang sudah memiliki kapasitas produksi signifikan di Thailand, Indonesia, dan China.

Pergeseran Strategi

Berbeda dengan tantangan yang dihadapi proyek manufaktur baru, beberapa perusahaan China memanfaatkan kemitraan lokal yang ada untuk mempertahankan kehadiran.

Pada Juni 2026, Leapmotor memulai perakitan lokal model C10 di pabrik Gurun, Kedah, menggunakan fasilitas Stellantis yang sudah ada.

Demikian pula, Xpeng mengumumkan dimulainya produksi model G6 setir kanan bekerja sama dengan produsen lokal EPMB.

Karena inisiatif ini menggunakan infrastruktur manufaktur yang sudah ada, bukan proyek baru, mereka tidak terkena kewajiban ekspor 80 persen.

>>> Chevrolet Silverado 1500 High Country: Truk Paling Nyaman untuk Liburan 4 Juli

Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa kebijakan baru ini dirancang untuk mendorong investasi berkualitas tinggi, transfer teknologi, dan pengembangan rantai pasok lokal yang kuat, meniru model industri yang dibangun oleh produsen dalam negeri Proton dan Perodua.

Halaman 2 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua