Yamaha YZF-R1, superbike legendaris dengan mesin crossplane, mulai terdesak regulasi dan perubahan pasar. Eropa sudah menjadikannya track-only, akankah Amerika menyusul?
Yamaha R1 Pasti Akan Dirindukan
Motor yang dimaksud adalah Yamaha YZF-R1.
Jika ia benar-benar menghilang dari lebih banyak pasar, pengendara akan membicarakannya seperti mereka selalu tahu seharusnya membeli satu.
Versi legal jalanan sudah dihentikan di Eropa, beralih ke penggunaan track-only mulai 2025.
Di AS, R1 masih tersedia dengan harga $19.199 sebelum biaya pengiriman dan lainnya.
Model saat ini masih menggunakan mesin 998cc liquid-cooled inline-four dengan crossplane crankshaft, fuel injection dengan YCC-T dan YCC-I, transmisi enam percepatan, assist and slipper clutch, dan rantai final drive.
Spesifikasi bore x stroke 79,0mm x 50,9mm, rasio kompresi 13,0:1, tangki 4,5 galon, dan perkiraan konsumsi 33 mpg menunjukkan bahwa ini bukanlah alat transportasi biasa.
Tenaga mencapai 198 tenaga kuda pada 13.500 rpm dan torsi 83,2 pound-feet pada 11.500 rpm.
Akselerasi 0-60 mph sekitar 2,7 detik.
Eropa Sudah Pamit, Apakah Amerika Berikutnya?
Itulah pertanyaan yang tidak nyaman. Yamaha belum mengatakan bahwa motor jalanan AS akan hilang, dan tidak bertanggung jawab untuk berpura-pura sebaliknya.
Namun langkah Eropa menunjukkan seberapa cepat perubahan bisa terjadi ketika aturan emisi, permintaan pelanggan, dan realitas bisnis mulai menunjuk ke arah yang sama.
Situasi global saat ini memberi R1 sedikit ruang bernapas, tetapi bukan jaminan seumur hidup.
Superbike biasanya tidak lenyap karena tidak dicintai, melainkan karena tidak cukup banyak orang yang membelinya.
