Stellantis mengembangkan Abarth Topolino untuk menarik pembeli muda. Edisi sporty ini lebih fokus pada gaya daripada performa karena regulasi membatasi motor listrik 8 hp.
Gaetano Thorel, yang menjalankan Fiat dan Abarth di Eropa, menjelaskan alasannya. “Kami ingin membuat nuansa Abarth untuk Topolino, karena kami masih berusaha mendorong penjualannya kepada anak muda,” ujarnya.
Topolino adalah kuadrisiklus terlaris di Italia, tetapi Thorel mengakui bahwa mereka belum berhasil menarik hati remaja berusia 16 dan 17 tahun.
“Saya ingin merebut hati mereka, itulah mengapa kami sekarang memiliki Topolino Sport. Abarth Topolino bisa menjadi solusi lain,” tambahnya.
Fiat Topolino, Citroen Ami, dan Opel Rocks Electric termasuk dalam segmen kuadrisiklus L6, yang memungkinkan remaja berusia 14 tahun untuk mengemudikannya secara legal di negara seperti Italia dan Prancis.
>>> Pionir Baterai China Dorong Peralihan ke Sodium untuk Kurangi Ketergantungan Lithium
Meski begitu, Thorel mengakui bahwa orang tua biasanya lebih memilih rival seperti Ligier yang terasa lebih sporty berkat suara mesin 50cc-nya dibandingkan Topolino EV yang “lebih lembut”.
Gaya Lebih Penting daripada Kecepatan
Untuk memenangkan hati kalangan muda, Fiat membutuhkan tampilan yang lebih berani pada kuadrisiklus retro-nya.
Kemungkinan akan meminjam suara mesin palsu dari Abarth 500 yang sepenuhnya listrik, ditambah bodykit yang lebih agresif dan sentuhan khusus di dalam kabin.
Namun, jangan berharap mobil mungil ini berubah menjadi roket saku. Regulasi tidak mengizinkan Topolino membawa motor yang lebih kuat dari 8 hp (6 kW) saat ini.
Para insinyur Abarth kemungkinan hanya akan melakukan sedikit penyesuaian pada suspensi serta velg dan ban yang berbeda.
>>> Pengemudi Tesla Tertidur di Kecepatan 100 km/jam, Dua Anak di Dalam Mobil
Edisi spesial ini akan lebih menjadi produk gaya hidup Abarth daripada mesin performa sesungguhnya.
