Honda dan Nissan dikabarkan akan mengembangkan sistem operasi bersama untuk mobil masa depan, berbasis teknologi Nissan, guna mempercepat pengembangan dan menekan biaya.
Honda dan Nissan dikabarkan akan berbagi lebih dari sekadar komponen. Keduanya disebut tengah menjajaki pengembangan sistem operasi bersama untuk mobil masa depan.
Menurut laporan The Japan Times, sistem operasi tersebut akan berbasis teknologi Nissan. Hal ini cukup mengejutkan mengingat keseimbangan kemitraan selama ini.
>>> Suzuki GSX-S1000GX+: Motor Terbaik Suzuki yang Paling Kurang Dikenal
Sistem operasi bersama ini dirancang untuk memudahkan pembaruan, termasuk penambahan fungsi mengemudi otonom di kemudian hari.
Kedua pabrikan Jepang ini disebut-sebut ingin mempercepat standarisasi guna mempercepat pengembangan kendaraan generasi baru.
>>> Studi IIHS: Waymo 68% Lebih Aman dari Pengemudi Manusia, Kecuali di Austin
Kolaborasi yang Lebih Dalam
Baik Honda maupun Nissan tengah mencari cara untuk menghemat biaya dan menghadapi ancaman dari pesaing asal China.
Kolaborasi ini diyakini akan mengikat peta jalan teknik kedua perusahaan lebih erat dibandingkan sekadar berbagi komponen.
Kabar tentang kolaborasi yang lebih erat antara Honda dan Nissan, yang mungkin juga melibatkan Mitsubishi, muncul pada akhir bulan lalu.
>>> SUV Toyota Ini Laris Manis, Kalahkan Penjualan 4Runner, Tundra, dan Tacoma
Rencana berbagi unit kontrol elektronik (ECU) untuk ketiga merek tersebut dikabarkan akan kompatibel dengan kendaraan hybrid dan listrik murni.
Presiden Honda Toshihiro Mobie mengatakan pada akhir Juni bahwa pembicaraan dengan Nissan sudah “cukup jauh” dan pengumuman akan segera dilakukan.
>>> Galeri Foto Interior dan Eksterior 2027 Mercedes-Maybach GLS 680
ECU bersama tersebut diperkirakan bisa hadir di pasaran pada 2029 atau 2030, dan sistem operasi bersama kemungkinan baru menyusul setelahnya.
