BMW percaya pengemudi di bawah 45 tahun lebih memilih layar sentuh dan perintah suara. Namun Hyundai, VW, dan Mercedes justru mengembalikan tombol fisik. Regulasi China juga akan mewajibkan kontrol fisik untuk fungsi penting.
BMW meyakini pengemudi muda semakin meninggalkan tombol fisik dan beralih ke layar sentuh serta perintah suara.
Langkah ini terlihat pada SUV listrik terbaru mereka, iX3 2027, yang menghilangkan sakelar iklim konvensional dari dasbor.
>>> 3 Lexus Hybrid Ini Masih Prima di 180.000 Mil
Menurut BMW, perubahan ini bukan sekadar soal desain, melainkan respons terhadap perubahan cara orang berinteraksi dengan teknologi.
CEO BMW Group Australia, Vikram Pawah, mengatakan bahwa suara dan sentuhan semakin umum digunakan, terutama oleh mereka yang berusia 45 tahun ke bawah.
"Mereka ingin semuanya cepat dan mereka melakukan banyak hal sekaligus," ujar Pawah kepada CarExpert. com.
au. "Kami harus mengingat itu.
Pelanggan terus berkembang, mereka multitasking."
>>> Cobblestone Car Wash Bayar Restitusi Rp21 Miliar untuk 71.235 Pelanggan
Respons Berbeda dari Pesaing
Sementara BMW optimistis dengan pendekatan ini, sejumlah rival justru berbalik arah.
Hyundai sebelumnya mengakui bahwa pengguna di Amerika merasa stres dan kesal ketika tidak bisa mengoperasikan fungsi layar sentuh dengan cepat.
Mereka pun mengembalikan lebih banyak kontrol fisik ke kabin.
Mercedes juga mengakui bahwa mereka terlalu jauh menghilangkan tombol dari interior. Volkswagen bahkan melakukan perubahan yang lebih jelas dengan menambahkan kontrol fisik pada model terbaru seperti ID.
Polo dan mengganti panel setir sensitif sentuhan dengan tombol yang bisa diklik.
