Jaringan diler Mitsubishi di AS menyusut 16% sejak 2019. Sejumlah dealer bahkan menjual mobil ribuan dolar di bawah harga faktur untuk keluar dari bisnis.
Mitsubishi Motors North America telah kehilangan 56 diler sejak 2019, menyusutkan jaringan menjadi 299 gerai pada awal 2026.
Angka itu turun dari 355 diler pada awal 2019, menjadikannya salah satu penurunan terdalam di antara merek mainstream.
Para dealer mengeluhkan produk yang lemah, penjualan armada yang besar, dan margin keuntungan tipis sebagai alasan utama mereka hengkang.
Strategi Kualitas di Atas Kuantitas
CEO Mitsubishi Mark Chaffin mengatakan perusahaan tidak sekadar memangkas biaya.
Dalam 1,5 tahun terakhir, Mitsubishi mengakhiri kontrak sekitar 35 waralaba, namun juga menambah selusin diler baru dan menyetujui sekitar 30 gerai tambahan.
Strategi ini berfokus mengganti gerai bervolume kecil dengan operasi yang lebih besar, mampu menjual tiga hingga lima kali lebih banyak kendaraan.
“Ini soal kualitas di atas kuantitas,” ujar Chaffin.
Namun, tantangan terbesar adalah mengubah sentimen dealer yang merasa perubahan tidak berlangsung cepat.
Beberapa peritel menggambarkan frustrasi terhadap persyaratan pabrik, dukungan insentif yang lemah, dan lini produk yang menua.
Outlander Sport, misalnya, masih menggunakan platform yang sudah berusia sekitar 15 tahun.
Dealer Buang Stok untuk Kabur
Beberapa dealer bahkan tidak menunggu kontrak dihentikan. Mereka melikuidasi stok dengan harga ribuan dolar di bawah faktur demi keluar dari bisnis.
Seorang peritel mengaku membeli 14 mobil dari pesaing dengan diskon $7.000 hingga $8.000 di bawah harga faktur.
Diler yang tutup itu hanya menjual dua Mitsubishi baru per bulan, sementara franchise lain dari merek berbeda mampu menjual 150 kendaraan dalam periode yang sama.
Penjualan armada juga menjadi masalah. Hampir 60 persen volume Mitsubishi pada kuartal pertama tahun ini dialihkan ke pembeli armada.
Dealer mengklaim kendaraan trim rendah sering dialihkan ke perusahaan rental, sementara gerai eceran berebut stok terbatas.
Keuntungan bersih rata-rata di diler Mitsubishi kurang dari 2 persen dari penjualan nasional.
Seorang dealer Midwest yang baru saja menutup tokonya mengatakan ia “kehilangan kepercayaan” pada kemampuan merek menghadirkan lini produk kompetitif dan “muak” setelah bertahun-tahun merugi.
“Sampai Mitsubishi bisa membuat dealer bersemangat dengan mobilnya dan menghasilkan uang, jalan mereka akan sulit,” katanya.
Rencana Penyelamatan: Crossover Listrik
Mitsubishi berjanji mobil baru akan hadir akhir tahun ini, yaitu sebuah crossover all-electric. Namun, kendaraan listrik belum menjadi primadona di lantai diler saat ini.
Jika tidak ada gebrakan, merek Jepang itu berisiko semakin kecil atau bahkan punah di Amerika. Saat ini, Mitsubishi membutuhkan produk baru yang menarik lebih dari sebelumnya.
