China memajukan komersialisasi mobil terbang dengan baterai solid-state. EHang dan Inx Energy berhasil uji terbang eVTOL sejauh 22 km melintasi Selat Qiongzhou, memperkuat ambisi industri ekonomi rendah.
China terus mempercepat komersialisasi kendaraan terbang listrik (eVTOL) dengan mengintegrasikan baterai solid-state generasi terbaru.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar mengembangkan ekonomi rendah menjadi sektor industri utama selama periode Rencana Lima Tahun ke-15.
>>> Rivian Tolak Kembalikan Tombol Fisik, Andalkan Asisten Suara
Stasiun televisi nasional CCTV melaporkan pada 8 Juni 2026 bahwa mobil terbang dipandang sebagai segmen inti yang menjembatani teknologi penerbangan dan otomotif, serta memungkinkan aplikasi transportasi penumpang di luar operasi drone industri.
Operasi Komersial Mulai Mengemuka
Sektor eVTOL China telah bergerak dari tahap pengembangan laboratorium dan demonstrasi prototipe menuju penerapan komersial awal.
Di Guangzhou, fasilitas manufaktur cerdas yang menggabungkan metode produksi otomotif dengan standar kelas penerbangan telah mulai beroperasi.
Fasilitas tersebut dirancang untuk memproduksi 100 kendaraan terbang per tahun, termasuk pesawat multicopter dua kursi dengan jangkauan maksimum 30 km.
Pesawat itu dibanderol hingga 1,68 juta yuan (sekitar 248.300 dolar AS) dan telah menerima hampir 2.000 pesanan minat, terutama dari operator tur dan proyek wisata.
Govy AirCab, yang dikembangkan oleh divisi mobil terbang GAC, saat ini sedang menjalani proses sertifikasi dan diharapkan mulai produksi setelah mendapatkan persetujuan regulasi.
Sementara itu, penerbangan penumpang otonom telah memasuki operasi komersial melalui seri EHang EH216.
Pesawat tersebut menjadi eVTOL otonom pembawa penumpang pertama yang tersertifikasi di China dan kini mengoperasikan layanan wisata reguler dari pangkalan di Guangzhou dan Hefei.
