China memajukan komersialisasi mobil terbang dengan baterai solid-state. EHang dan Inx Energy berhasil uji terbang eVTOL sejauh 22 km melintasi Selat Qiongzhou, memperkuat ambisi industri ekonomi rendah.
Dorongan China untuk baterai solid-state didukung oleh industri baterai EV terbesar di dunia.
Menurut China EV DataTracker, CATL memimpin pemasangan baterai domestik dengan pangsa pasar 47,2%, diikuti BYD sebesar 17,1%, sementara perusahaan seperti Gotion High-tech, Calb, Eve Energy, Sunwoda, dan Svolt Energy terus berinvestasi dalam teknologi baterai generasi berikutnya yang pada akhirnya dapat diterapkan pada pesawat eVTOL.
Meskipun ada kemajuan, para ahli industri yang diwawancarai CCTV mengatakan baterai lithium-ion cair dan semi-solid-state akan tetap menjadi teknologi dominan dalam waktu dekat.
Tantangan terkait hasil manufaktur, rekayasa material, daya tahan, dan siklus hidup terus membatasi penerapan skala besar baterai solid-state sepenuhnya.
>>> BYD Great Tang EV Resmi Meluncur 17 Juni, Jarak Tempuh 950 Km
Laporan tersebut mencatat bahwa industri mobil terbang China pada akhirnya dapat mendukung klaster industri senilai triliunan yuan jika komersialisasi berjalan sesuai harapan.
