China memajukan komersialisasi mobil terbang dengan baterai solid-state. EHang dan Inx Energy berhasil uji terbang eVTOL sejauh 22 km melintasi Selat Qiongzhou, memperkuat ambisi industri ekonomi rendah.
Para pelaku industri yang dikutip CCTV mengatakan kemajuan dalam manajemen ruang udara, infrastruktur, skenario operasional, dan kerangka regulasi telah membawa sektor ini ke fase eksplorasi komersial.
Pesawat Lebih Besar Target Transportasi Antarkota
Beberapa pengembang China tengah mengerjakan eVTOL yang lebih besar untuk mobilitas regional.
>>> VW: Mobil Listrik Akan Buat Mesin BBM Punah Seperti Kuda
Sebuah pesawat listrik enam kursi yang sedang menjalani uji sertifikasi di Chengdu menargetkan transportasi perkotaan dan antarkota dengan jangkauan maksimum 200 km dan kecepatan tertinggi 230 km/jam.
Pesawat ini dapat melayani rute yang menghubungkan bandara, destinasi wisata, dan pusat kota.
Pesawat lain tipe lift-and-cruise yang diuji di Guangzhou dirancang untuk transportasi lintas kota, pesisir, dan pegunungan.
Konfigurasi ini menggabungkan rotor angkat vertikal dengan sistem propulsi dorong terpisah untuk penerbangan maju, meningkatkan efisiensi jelajah dibandingkan desain multicopter.
Aplikasi saat ini masih terkonsentrasi pada skenario bernilai tinggi, termasuk transportasi medis darurat, operasi penyelamatan, wisata udara, dan transfer penumpang premium.
Perkiraan industri yang dikutip CCTV menyebutkan bahwa sejumlah besar model eVTOL kelas penumpang akan memperoleh sertifikasi kelaikan udara sekitar tahun 2028, mendukung operasi komersial yang lebih luas.
Ekosistem manufaktur China juga terus berkembang.
Tahun lalu, Xpeng AeroHT meluncurkan apa yang disebut sebagai lini produksi massal mobil terbang pertama di dunia, memposisikan perusahaan untuk produksi skala lebih besar setelah persyaratan sertifikasi terpenuhi.
