Ford Ranger Raptor bukan sekadar trim, melainkan kendaraan berbeda yang dirancang Ford Performance untuk melibas medan berat dengan kecepatan tinggi. Simak penjelasan suspensi, mesin, dan drivetrain-nya.
Diameter lebih besar berarti volume oli lebih banyak, sehingga resisten terhadap fade saat digunakan dalam waktu lama.
>>> Honda CR-V Jadi Mobil Terlaris di AS, Kalahkan Ford F-150 dan Toyota RAV4
Dalam mode Normal, suspensi terasa nyaman; dalam mode Baja, mengeras untuk memenuhi tuntutan kecepatan tinggi.
Lebar trek juga diperlebar 3,5 inci dibanding Ranger standar, meningkatkan stabilitas lateral saat menikung dan mengurangi risiko terguling saat manuver off-road agresif.
Trek lebih lebar, travel lebih panjang, geometri lebih baik, dan kalibrasi shock lebih cerdas bekerja sebagai satu sistem.
Rekayasa di Balik Distribusi Tenaga dan Drivetrain Off-Road
Mesin yang mendasari Ranger Raptor adalah V6 3,0 liter twin-turbocharged yang menghasilkan 405 tenaga kuda dan torsi 430 lb-ft, output tertinggi dari semua konfigurasi Ranger.
Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis 10-percepatan yang dikalibrasi berbeda tergantung mode berkendara.
Sistem four-wheel-drive paruh waktu dengan low-range dan diferensial pengunci depan-belakang memastikan traksi optimal di permukaan longgar atau tidak rata.
Locking diferensial mekanis lebih unggul daripada manajemen traksi elektronik di kondisi ekstrem.
Pelat baja tugas berat melindungi underbody, transmisi, tangki bahan bakar, dan transfer case dari benturan batu.
Sasis yang diperkuat dirancang untuk menangani tidak hanya output Raptor tetapi juga beban amplified dari off-road kecepatan tinggi.
Kapasitas penarik maksimum mencapai 5.510 pon, menjadikan Raptor daily driver yang mumpuni.
