Dari TL1000S hingga GSX-8T, ini 10 motor Suzuki yang kurang mendapat apresiasi padahal punya keunggulan.
Dalam banyak hal, tampilannya terbilang konservatif dibandingkan naked bike dan sport tourer yang lebih agresif.
>>> Ford Fathom vs Slate Truck: Pilihan Truk Listrik Rp 28.000
Rangka baja dan bobotnya yang berat juga membuat Bandit kurang menarik di halaman majalah. Pembeli sering menganggapnya motor untuk orang tua, padahal sebenarnya sangat mumpuni di tikungan.
4. Suzuki GSX650F (2008-2015)
GSX650F hadir saat motor middleweight berfairing penuh diharapkan menjadi supersport tajam atau sport tourer premium. Suzuki justru ingin memberikan sesuatu yang nyaman di tengah-tengah.
Ditenagai mesin inline-four 656 cc halus dari Bandit, motor ini mengutamakan performa praktis daripada tenaga puncak.
Posisi berkendara nyaman dan handling mudah diprediksi, tetapi tetap punya suara khas inline-four naturally aspirated.
Masalah terbesarnya adalah persepsi. Bodi agresifnya membuat banyak pembeli berekspektasi performa level GSX-R, padahal motor ini disetel untuk serba guna.
Sementara itu, pengendara touring melewatkannya karena tidak ada bagasi pabrik dan fitur jarak jauh.
Posisi yang agak janggal ini membuat GSX650F jarang memuncaki tes perbandingan, meski sebenarnya motor ini all-rounder terjangkau yang bagus.
5. Suzuki Katana (2019-2021)
Menghidupkan kembali nama Katana selalu kontroversial. Original-nya menjadi ikon, jadi ekspektasi sangat besar saat Suzuki meluncurkan interpretasi modern.
Di balik gaya retro, terdapat platform GSX-S1000 yang terbukti dengan mesin inline-four turunan K5. Hasilnya, Katana punya performa luar biasa, keandalan tinggi, dan ergonomis yang nyaman.
