Dari TL1000S hingga GSX-8T, ini 10 motor Suzuki yang kurang mendapat apresiasi padahal punya keunggulan.
>>> 5 SUV Mewah dengan Harga Terjangkau, Fitur Premium Tanpa Menguras Kantong
Motor ini menggunakan mesin parallel-twin 776 cc yang sama, tetapi menekankan kenyamanan harian dengan tinggi jok rendah, perilaku di aspal, velg cor, dan handling mudah.
Untuk pengendara yang jarang meninggalkan aspal, V-Strom 800 versi dasar paling masuk akal sambil tetap mempertahankan sedikit kemampuan untuk kerikil sesekali.
Masalahnya, pembeli secara alami tertarik pada varian DE yang lebih terlihat petualang.
Model standar tidak memiliki gaya dramatis dan perlengkapan off-road, sehingga tampak kurang menarik di atas kertas dan di lantai pameran.
Padahal, kesederhanaannya justru lebih cocok untuk cara berkendara kebanyakan orang.
Motor ini menawarkan perilaku jalan yang lebih halus, biaya perawatan lebih rendah, dan efisiensi bahan bakar sangat baik.
8. Suzuki GSX-S1000GX+ (2024-Sekarang)
Crossover semakin populer, tetapi GSX-S1000GX+ masih kesulitan mendapat pengakuan yang layak atas rekayasanya.
Motor ini berbagi platform dengan model sport Suzuki lainnya, menggabungkan performa sport bike dengan ergonomis tegak, suspensi semi-aktif, dan kenyamanan touring.
Pembeli cenderung mengabaikan GSX-S1000GX karena tidak memahami posisinya.
Calon pembeli ADV sering memilih motor dengan roda depan lebih besar untuk kemampuan off-road, sementara pengendara sport touring lebih suka gaya sport bike konvensional.
Identitas crossover memang sulit diklasifikasikan, meski itu justru kekuatan terbesarnya. Motor ini mampu memberikan akselerasi mendebarkan, bantuan pengendara canggih, dan kenyamanan impresif dalam satu paket.
